Langsung ke konten utama

Wiro Sableng #160 : Dendam Mahluk Alam Roh

Wiro Sableng #160 : Dendam Mahluk Alam Roh Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : SI CANTIK GILA DARI GUNUNG GEDE

Melihat Purnama menyerbu dengan kapak sakti Luhrembulan cepat putar Pedang Naga Suci 212 lalu dengan sebat dibabatkan ke arah lawan. Ternyata serangan Purnama hanya tipuan belaka. Karena begitu dia melihal gerakan tangan Luhrembutan yang memegang pedang. Purnama cepat rundukkan kepala Pedang Naga Suci 212 lewat di atas kepala Purnama.sempat membabat putus sejumput rambutnya yang hitam dan membuat gadis ini terpekik, Dalam keadaan sekujur tubuh terasa dingin akibat serangan pedang. Purnama masih mampu lancarkan serangan ke dua berupa babatan kapak membalik ke atas. "Purnama Jangan!" Teriak Wiro. Namun terlambat. "Craassss!!" Kapak Naga Geni 212 menyapu lebih dulu di atas dada LUHREMBULAN! Gadis alam gaib ini terpekik keras.

*****

PULAU Watu Gilang di pantai Parangkusumo. Dua bukit karang menjulang tinggi di kegelapan malam.

Pendekar 212 Wiro Sableng yang baru saja menabas putus leher Patih Kerajaan Wira Bumi mengusap kuduk yang terasa dingin mengkirik. Bulu roma merinding. Dia merasa ngeri sendiri.

"Edan, kalau dia tidak mempergunakan ilmu setan, tidak menyamar Jadi Nyi Retno Mantili untuk merampas bayi Itu, aku mungkin tidak akan membunuhnya! Aku sekarang Jadi pembunuh! P
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #160 : Dendam Mahluk Alam Roh Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wiro Sableng #1 : Empat Berewok Dari Goa Sanggreng

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : EMPAT BEREWOK DARI GOA SANGGRENG "Ini!" kata laki-laki berkumis melintang itu dengan suara kasar. "Berikan sama dia! Aku harus terima jawaban hari ini juga, Kalingundil!! Kau dengar!?" Orang yang bernama Kalingundil mengangguk. Diambil surat yang disodorkan. "Kalau dia banyak bacot.....," kata laki-laki berkumis melintang itu pula, "bikin beres saja. Berangkat sekarang, jika perlu bawa Saksoko!" Kalingundil berdiri dan meninggalkan ruangan itu. Dan bila Kalingundil baru saja lenyap di balik pintu maka menggerendenglah Suranyali, laki-laki yang berkumis tebal itu. "Betul-betul perempuan laknat! Perempuan haram jadah!" Dibulatkannya tinju kanannya dan dipukulkannya meja kayu jati di hadapannya. "Brakk!!" Papan meja pecah. Keempat kaki meja amblas sampai tiga senti ke dalam lanci ubin dan ubin sendiri retak-retak! Kemudian dia berdiri. Tu...

Wayang Indonesia

Teet… teet… teet… {bel tanda masuk kelas berbunyi}. Tak seperti biasanya kali ini bu Eni {wali kelas kami} datang dengan seorang anak perempuan di sampingnya. “Anak anak hari ini di kelas kita akan kedatangan murid baru, Tasya silahkan perkenalkan dirimu” Kata bu Eni. “Hai! pekernalkan namaku Putri Anastasya, kalian bisa memanggilku Tasya, aku pindahan dari Jakarta” Kata Tasya sedikit malu malu. “Terima kasih Tasya, sekarang silahkan duduk di tempat yang kosong!” Perintah bu Eni. Saat mendengar kata kata bu Eni aku langsung terkejut, karena satu satunya tempat duduk yang kosong ada di sampingku. “Namaku Nissa, salam kenal” Kataku sambil mengulurkan tangan padanya. “Tasya, salam kenal juga” Balasnya sambil mengambil uluran tanganku. Beberapa jam kemudian… Saat pelajaran tengah dimulai, tiba tiba bapak kepala sekolah datang membagikan formulir kegiatan Ekstrakulikuler. “Kira kira, kamu pilih...

Menguasai Pasar dan Survive dalam Persaingan

28 Pebruari 2006 – 11:08    (Andrie Wongso)   Diposting oleh: Editor (Rate: 0 / 0 votes) Dalam sejarah ahli perang Sun Tzu, tertoreh catatan tentang adu strategi dalam perang demi memenangkan peperangan, yaitu penyatuan kerajaan-kerajaan di Tiongkok pada masa itu. Memang, tantangan kerajaan-kerajaan di Tiongkok waktu itu adalah ekspansi wilayah. Tujuannya tak lain supaya kerajaan mendapatkan penguasaan tanah yang lebih luas, memperbesar kekuasaan atau pengaruh politik, sekaligus mencegah munculnya agresor. Dalam dunia bisnis, tantangannya kurang lebih sama. Perusahaan harus selalu mencari kesempatan supaya terus tumbuh dan meningkat kinerja maupun keuntungannya. Nah, tantangannya adalah: (1) Menambah pangsa pasar dari produk sekarang dalam pasar yang ada, (2) Mencari pasar baru untuk produk tersebut, (3) Mengembangkan produk baru untuk pasar yang ada sekarang, dan (4) Mengembangkan bisnis baru dengan produk baru dan pasar yang baru pula. Dalam perang kemiliteran, jumlah kekua...