Langsung ke konten utama

Postingan

Warna-Warni Hujan

Jika merah adalah cinta dan kuning adalah persahabatan, maka Jingga adalah kebahagiaan. Kudengar di luar hujan turun begitu deras seolah menggambarkan kecemasannya akan takdirku. Seolah ikut merasakan segala kegalauan dan kesedihan yang tengah kurasakan. Seolah ingin berkata, “Jingga, tak usah kau lara begitu, lihatlah pelangi yang akan datang setelah aku pergi.” Ah sudahlah, selalu saja begitu pikiranku. Terlalu banyak berfantasi. Entah kenapa, setelah kejadian tragis itu, aku semakin sering berfantasi, berimajinasi atau lebih parah berhalusinasi. Terlebih ketika hujan deras mengguyur seisi kota. Ya, memang benar sepertinya hujan berperan penting dalam membangkitkan kenangan dan hujan menciptakan lagu indah bagi orang tertentu yang memiliki daya fantasi tinggi. Mungkin aku termasuk salah satu orang itu. Atau, mungkin saja aku hampir tak waras. Entahlah. Aku sendiri takut jika aku menjadi gila. Gila karena emosi yang meletup-letup. Gila karena depresi tak terkendali. Ah, lupakan! Kau...

Control, Alt, Delete

Oleh: Rudy Lim Tanpa terasa kita sudah di penghujung tahun 2009, sudahkan Anda mencapai semua target di tahun 2009? Apakah Anda puas dengan kehidupan Anda saat ini? Apakah Anda juga ingin melakukan banyak perubahan dan peningkatan kualitas hidup Anda di tahun 2010 ? Berikut ini adalah saran berguna untuk melakukan perubahan dan lompatan besar dalam hidup Anda di tahun 2010: (Ctrl, Alt, Del adalah tombol jalan pintas di computer untuk melakukan ‘reset’.) begitu juga Anda bisa mulai me-reset kembali hidup Anda: CONTROL: Anda-lah yang harus menetapkan tujuan dan harapan hidup Anda, bukan orang lain yang menentukannya untuk Anda. Tidak setiap orang ingin menjadi tuan bagi dirinya sendiri. Apakah Anda jenis orang yang mempunyai tekad untuk membuat hidup Anda persis seperti yang Anda inginkan ? Jika ya.. mulailah dengan langkah yang tepat: Tuliskan dan tentukan 10 hal terpenting yang ingin Anda capai dan ingin Anda ubah di tahun 2010. ALT: Anda berkemauan mengambil resiko apapun untuk...

Sepuluh Kualitas Karakter

Ketulusan Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri. Kerendahan Hati Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di...

Mengunjungi Kampung Halaman Almarhum Ayah

“Kids go where there is excitement. They stay where there is love. – Anak kecil cenderung mendatangi tempat yang menyenangkan. Mereka akan memilih tinggal di tempat yang dipenuhi oleh cinta.” ~ Zig Ziglar Kilas balik tentang negeri di daratan Cina 200 tahun lalu masih identik dengan kehidupan yang serba sulit. Banyak anak muda terpaksa meninggalkan kampung halaman berlayar menuju Asia Tenggara untuk mencari nafkah hidup. Tak jarang mereka berganti kewarganegaan dan berperan cukup penting di berbagai bidang di negara yang disinggahi. Ayah saya adalah salah satu di antara perantau tersebut. Beliau meninggalkan kampung halaman di Pulau Hainan menuju Malaysia. Dengan kerja keras ayah merintis usaha, menabung, sampai kemudian memiliki keluarga, sumber penghasilan dan jabatan cukup penting di sebuah kota kecil di Malaysia. Saya masih ingat, ayah selalu menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan tiap bulan untuk adik dan ibunya di Cina. Itu semua menunjukkan bukti cinta ayah kepada kelua...

Masih Maukah Kita Berbuat Buruk?

Oleh: Radinal Mukhtar “ Kebaikan tidaklah akan dibalas dengan keburukan, Sebagaimana petani yang tidak akan menuai hasil dari tanaman yang tidak ditanamnya (Abu Al-‘Atahiyah)” Ketika saya sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, Medan, salah seorang Ustadz pernah bercerita mengenai kisah hidup seorang pengusaha tekstil terkenal di dataran Saudi Arabia. Kisah tersebut sampai saat ini telah di abadikan di dalam buku “Qiro’atul Wafiah” karya Abdul Fattah Sibry dan Ali Umar. Dikisahkan bahwa terdapatlah seorang anak kecil yang berjalan di tengah pasar untuk sekedar mendapatkan pekerjaan yang memberinya upah makan. Maka ketika ia melihat seseorang lewat di depannya, ia akan selalu bertanya tentang apakah ada pekerjaan yang bisa ia lakukan untuk mendapatkan upah. Begitu seterusnya. Namun. Di lain pihak, para pejalan kaki menyangka bahwa ia hanyalah seorang anak kecil yang mengemis. Tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan sang anak tersebut, para pejalan ka...

MEMBERI HADIAH DI HARI ISTIMEWA

15 September 2006 – 13:51   (Diposting oleh: Editor) “To be kind to all, to like many and love a few, to be needed and wanted by those we love, is certainly the nearest we can come to happiness. – Bersikap baik kepada semua orang, menyukai banyak orang dan mencintai sebagian kecil diantara mereka, dibutuhkan dan diinginkan oleh orang-orang yang kita cintai, sungguh merupakan posisi yang paling dekat untuk berada dalam kebahagiaan.” Mary Roberts Rinehart Hari yang istimewa bagi seseorang misalnya hari ulang tahun, hari perjumpaan, hari bapak, hari ibu, dan lain sebagainya. Pada hari-hari yang dianggap istimewa tersebut merupakan kesempatan yang paling tepat untuk mengungkapkan penghargaan kepada orang-orang yang teristimewa dalam kehidupan kita. Lewat pemberian hadiah, kita juga bisa mengungkapkan cinta kasih. Sebuah hadiah istimewa tidak harus selalu mahal, melainkan mengandung sesuatu yang khusus. Meskipun hadiah itu sifatnya sederhana, tetapi bila disampaikan dengan cara yang...

Hutang Tingkat Dewa

Aku terus berlari menerobos hutan cemara, entah berapa lama aku berlari aku tak tahu pasti. Yang kurasa nafasku sudah hampir habis. GEDEBUGG… aku terjatuh. Kuarahkan pandangan kesekelilingku, rupanya aku sudah keluar dari hutan cemara tadi. Kini yang tampak oleh mataku adalah lapangan yang maha luas, lebih tepatnya adalah gurun pasir. Tidak ada sebatang pohonpun tumbuh disitu. Perlahan kucoba berdiri, badan ini terasa remuk dan ototku kaku. Dengan sisa tenaga yang ada aku berjalan pelan, setapak demi setapak menyusuri lautan pasir. “Tuhan dimanakah aku? dimana istri dan anaku.” Batinku merintih. Sebelum berjalan di hutan cemara tadi, aku sedang bersama Santi istriku dan Asa anak lelakiku yang baru 8 tahun. Kami bertiga sedang menikmati liburan. “Hai!” Aku menoleh kearah suara itu. Kulihat seorang perempuan 25 tahunan, rambutnya panjang hampir menyentuh tanah. Senyum manisnya menggembang saat aku menoleh kearahku. “Ayo ikut aku.” Perempuan itu berkata, lalu meraih tanganku....